Tampilkan postingan dengan label Too PayZ Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Too PayZ Project. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Video : Lengan Robot 5 DOF

Cekibroot.........








Video tersebut adalah Lengan Robot 5 DOF (Degree Of Freedom / Derajat Kebebasan).
Memiliki 3 buah mode, yaitu :
  • Mode Manual : Posisi lengan robot ditentukan dengan cara memutar-mutar Potensiometer.
  • Mode Auto One / Otomatis Satu-satu : Lengan robot bergerak secara otomatis dari satu posisi ke posisi lain. pergerakan tiap sendi satu-persatu secara bergantian.
  • Mode Auto All / Otomatis Semua : Lengan robot bergerak secara otomatis dari satu posisi ke posisi lain. pergerakan kelima sendi secara bersamaan.
Memilih mode Manual, Auto One, dan Auto All dengan memutar selector switch dan ditunjukkan oleh indikator LED Hijau (Manual), LED Kuning (Auto One), dan LED Merah (Auto All).

Note : Awalnya mau buat miniatur lengan robot kecil, jadi potensionya di tempelkan pada sendi lengan robot tersebut. Apabila lengan robot kecil digerakkan maka lengan robot yang besar ikut bergerak seperti yang kecil. Tapi waktunya mepet. Harus selesai 1 bulan si..

Semoga manfaat..
...^_^v...

Senin, 23 Januari 2012

Video : Kontrol Kipas 220VAC dgn PWM

Cekibroot.........


Video tersebut adalah kontrol kipas 220 Vac menggunakan PWM.
Mikrokontroller yang digunakan adalah ATmega8535.
Periode PWM 200 mS.
Metode kontrolnya Gain Scheduling.

Semoga manfaat..
...^_^v...

Kamis, 03 Maret 2011

Trafic Light : by Too PayZ II







Setelah post sebelumnya mmebahas perancangan Hardware selanjutnya membahas perancangan Software. Software disini hanya membahas software pada delphinya yang menggunakan Delphi 7.
Perancangan software harus fleksibel dan dapat menggunakan mode Otomatis, Manual, adn SemiOtomatis.

Mode Traffic Light
Mode-mode Traffic Light yaitu :
  • Mode Otomatis yaitu mode ketika Traffic Light berjalan dengan sendirinya, tidak ada yang mengontrol dan mengendalikan. Input waktu sesuai dengan nilai yang terprogram di dalam memori MCU. Pada mode ini artinya Slave berdiri sendiri dan tidak perlu perintah dari Master.
  • Mode Manual yaitu mode ketika nyala lampu Traffic Light ditentukan oleh pengguna, dalam hal ini yaitu melalui software komputer (Master).
  • Mode SemiOtomatis yaitu ketika nyala lampu Traffic Light dan intervalnya ditentukan oleh pengguna tetapi pergantian nyala Traffic Light dilakukan secara otomatis oleh komputer.

Tampilan Software






















































Sebelum saya jelaskan traffic Light buatanku..
Kita bahas dulu bertahap seperti pada post-post selanjutnya.

Semoga membantu ...^^v...

Rabu, 02 Maret 2011

Trafic Light : by Too PayZ I

.
Sekarang akan saya bahas sedikit tentang Hardware yang telah saya buat untuk perancangan Traffic Light.
Awalnya dirancang untuk Traffic Light di lokasi KaliBanteng Semarang dengan 6 persimpangan dan 9 buah Traffic Light tetapi akhirnya kurancang untuk hampir semua jenis persimpangan, bisa pertigaan, perempatan, perlimaan, dst. Dan banyak Traffic Light nya pun tidak terbatas (Saat buat program ini saya batasi 15 Traffic Light).

Berikut gambar Persimpangan Kali Banteng Semarang,
Kali Banteng yang akan dibangun FlyOver (kiri). Sumber gambar.
Persimpangan Kali Banteng saat ini (kanan) By GoogleMap










Perancangan Hardware







Perangkat :
  • Power Supply 5Vdc dan 3,3 Vdc (untuk Wireless).
  • MCU AVR8535
  • Modul WireLess FSK 433MHZ
  • Driver ULN2803 dan 26 buah LED (Lampu Traffic Light)
  • Driver ULN2803 dan Motor Stepper Unipolar 5Vdc.
  • Kamera WebCam USB
  • TTL to USB Interface.
  • Komputer / Laptop.
Pada perancangan di atas harusnya led yg digunakan sebanyak 9 x 3 = 27 buah tetapi terpaksa 26 buah LED karena kehabisan Pin mikrokontroller. Hal ini karena awalnya saya kira hanya terdapat 8 buah Traffic Light dan setelah melihat lokasi ternyata ada 9 buah.

WireLess yang digunakan adalah tipe FSK 433MHz, dan semua jenis wireless bisa digunakan yang penting protokol komunikasi datanya yang harus diketahui.

Penjelasan Perancangan
Perangkat yang dibuat adalah monitoring dan pengendalian Traffic Light secara wireLess. Oleh sebab itu perangkat ini dapat dijalankan secara Manual, Otomatis, maupun SemiOtomatis. Traffic Light ini dimonitor melalui WebCam dan dikontrol secara Software yang mudah digunakan (tinggal Klik-Klik saja) sehingga hampir siapapun bisa menggunakannya / dalam hal ini adalah Polisi Lalu Lintas.

Polisi lalu lintas cukup datang ke pos Polisi, membuka Laptop, memasang modul WireLess, Jalankan Software, lalu Klik-klik sambil ngopi atau ngerokok atau telpon-telponan.
Sehingga kelebihannya yaitu cukup membutuhkan 1 orang Polisi untuk mengendalikan jalannya seluruh persimpangan yang hanya dilakukan dalam pos Polisi saja.
Bahkan dengan Mode Manual, Polisi dapat membuat jalur tertentu Hijau dan jalur lainnya Merah misalnya ketika Presiden, Walikota, atau Gubernur sedang lewat.

Pengembangan selanjutnya tentu saja Integrated Smart Traffic Light (asal kasih nama aja) yaitu pengendalian seluruh Traffic Light atau Lalu lintas suatu daerah / kota yang dilakukan didalam suatu gedung khusus (seperti Amrik sono).

Penjelasan Hardware
Beberapa perangkat yang digunakan :
  • MCU AVR sebagai otaknya yang akan mengendalikan nyala lampu LED pada suatu jalan, arah dan banyak putaran motor stepper, serta komunikasi wireless dengan komputer.
  • Modul Wireless FSk433 MHz sebagai media komunikasi antara Master (komputer) dengan Slave (Hardware).
  • WebCam sebagai kamera pemantau kepadatan kendaraan di suatu jalan.
  • Motor Stepper Unipolar sebagai pengatur arah pandangan WebCam untuk monitoring sehingga menghemat penggunaan WebCam.
  • TTL to USB interface untuk menghubungkan wireless tipe komunikasi UART TTL ke komputer / laptop menggunakan port USB.
  • Komputer sebagai Master yang menjalankan software komputer untuk monitoring atau pengaturan mode Otomatis, Manual, SemiOtomatis.
Pembahasan Software lanjut ke post :
Trafic Light : by Too PayZ II

Semoga membantu ...^^v...

Selasa, 01 Maret 2011

Trafic Light : Introduction

.
Lagi pengen bahas tentang Traffic Light atau Lampu Lalu Lintas. Mudah-mudahan menarik dan membantu buat yang membutuhkan.
(Khususnya kota Jakarta Nih... Wokwokwokwokwokwo...)

Saya belum ahlinya dibidang ini dan juga tidak pernah melakukan penelitian atau apapun yang berkaitan dengan Traffic Light. Perangkat atau membuat alat Traffic Light juga baru saya kerjakan sekitar kurang dari 1 bulan yg lalu. Jadi mohon koreksinya jika berkenan.

Traffic Light tampak seperti aplikasi yang sederhana dan terkesan mudah tetapi memegang peranan yang penting khususnya di kota-kota besar atau di lokasi tertentu yang selalu mengalami masalah lalu lintas. Jika programmer Traffic Light-nya memperhitungkan berbagai aspek dengan teliti dan tidak terburu-buru maka akan sangat memperlancar lalu lintas.

Beberapa aspek yang diperhitungkan pada perencanaan programmer Traffic Light antara lain :
  • Banyak persimpangan. Semakin banyak persimpangannya maka semakin kompleks pula perhitungannya atau pengaturan waktu Traffic Light.
  • Jenis kendaraan yang melalui jalan-jalan tersebut. Kendaraan besar seperti truk, bis, Container, dan sejenisnya memiliki respon yang lebih lambat dibandingkan dengan sepeda motor atau mobil.
  • Kepadatan kendaraan. Semakin padat kendaraan pada suatu jalan maka semakin lama pula pewaktuan jalan tersebut (bersifat relatif).
  • Waktu / Jam-jam kepadatan jalan. Jam-jam padat seperti jam kerja atau jam pulang sekolah harus memiliki pewaktuan yang agak panjang untuk pengaturan Traffic Light dan ketika jalan agak renggang atau kurang padat program pewaktuan mungkin lebih pendek, bahkan jika benar-benar sepi seperti ketika tengah malam Traffic Light diprogram untuk menyala lampu kuning saja.

Kontroller Lampu Lalu Lintas
Sudah cukup banyak perangkat kontroller Traffic Light seperti menggunakan PLC, Mikrokontroller, bahkan FPGA dan paling umum adalah menggunakan PLC karena PLC menggunakan input maupun output tegangan mencapai 220Vac sehingga dapat mengendalikan Lampu Lalu Lintas secara langsung. Selain itu beberapa programmer menganggap memprogram PLC lebih mudah, cukup membawa laptop dan kabel programmer PLC lalu program.

Link :
Traffic Light dengan FPGA.
Traffic Light dengan PLC.
Traffic Light dengan Mikrokontroller.

Nah tapi menurut saya tetap yang paling mudah adalah menggunakan Mikrokontroller. Karena hampir semua perancangan dan perencanaan sistem tergantung saya. Tidak harus mengikuti protokol atau sistem perangkat yang sudah jadi (katanya si "dibeli tinggal pakai" tapi tetep aja harus dipelajari lagi).

Logika Sederhana Perempatan
Sumber Gambar :
http://inherent.uajy.ac.id/k1/2008/inf/vrml/SimTrafficLight.html

Perempatan salah satu pengaturan Traffic Light yang gampang-gampang Susah... Karena untuk perempatan perbedaan pengaturan tergantung kepadatan kendaraan.

Jika padat biasa / sepi pengaturan menggunakan 2 jalur Hijau dan 2 jalur Merah.
Jika Padat maka pengaturan 1 jalur Hijau dan 3 jalur Merah.
Jika Padat sekali maka..... Pusing juga..
Pengaturan 1 Hijau (Lama) dan 3 Merah atau
2 Hijau dan 2 Merah tetapi Hijaunya ada 2 yaitu Hijau Lurus saja dan Hijau belok Kanan Saja (Gambar ilustrasi dibawah).

Garis Kuning adalah Gambar Hijau Lurus Saja yaitu lampu hijau yang menyala berupa tanda panah lurus sehingga kendaraan hanya berjalan lurus (Kanan berhenti).
Garis Ungu adalah Gambar Hijau Belok Kanan Saja yaitu Lampu Hijau yang menyala berupa tanda panah Kanan sehingga kendaraan hanya belok kanan (Lurus berhenti).
Belok kiri jalan terus.

Pada mode ini yang paling sulit dan dibutuhkan penelitian untuk mempelajari karakter perempatan daerah tersebut.

Sekarang saya akan mencoba merancang sistem pengaturan Lampu Lalu lintas yang mempermudah berbagai aspek, termasuk pengembangan kedepannya yang fleksibel.

Di Post selanjutnya ya..

Semoga membantu ...^^v...

Senin, 19 April 2010

Panel Surya Atap Rumah

.
Depan












Belakang

















Mikrokontroller AVR












Servo X, Y, dan Sensor Cahaya LDR










Sabtu, 17 April 2010

Wireless Medical Ring

.
Server n Client








Server








Client









Interface Laptop








Data pada Terminal CoViAVR








Sensor SHT11, HeartBeat, Button Call

Jumat, 16 April 2010

Video : Softdrink Seller via SMS

.
Cekibroot.........



Buat video-nya saja berulang ulang dan ulang.....
Cape sendiri...
;)

Rabu, 10 Februari 2010

DVM : Rangkaian Skematik

.
Time : Januari - Februari 2010.
Project : Digital Voltmeter.

Download Project Voltmeter Digital

Berikut gambar rangkaian skematik DVM-nya

Rangkaian pada gambar adalah prototype voltmeter untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan cara sederhana sehingga rangkaian terkesan rumit dan terdapat komponen tambahan. Seperti yang dijelaskan berikut ini.


Op Amp LF351
Pada rangkaian saya membuat 4 buah rangkaian Op Amp menggunakan IC LF351, alasannya yaitu agar input tegangan yang berkisar pada satuan miliVolt atau bernilai kecil dapat terukur.
Saya menggunakan beberapa Op Amp dan dengan cara coba-coba (maap cara praktis ...v^^'...) agar didapat penguatan yang berbeda untuk memperoleh hasil yang tepat atau terbaik. Selain itu agar nilai penguatan dapat dipilih-pilih sesuai keinginan menggunakan DIP switch (bisa juga menggunakan switch tipe lain ex : rotari switch).
Lebih tepatnya saya sedang ujicoba dengan Op Amp, dan ternyata baru tahu kalo ada tipe IC yang bagus untuk skala miliVolt dan biasa di pakai di strain gauge.
Sebenarnya bisa juga menggunakan Variabel Resistor seperti cermet tapi karena ingin mencoba dengan nilai resistor tetap.

UART TTL-UART RS232 / UART TTL- USB Interface
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, pada rangkaian juga saya menyediakan rangkaian konverter TTL-RS232 menggunakan IC MAX232 dan juga konverter UART -USB menggunakan IC FT232RL, karena ingin mencoba interface dengan USB.
(sampai sekarang belum di tes USB-nya masih menggunakan port COM => agak sibuk kk...^^...)

Port DB9F PCB
Perhatikan pada DB9F PCB yang berarti menggunakan konektor DB9 female yang rangkaian pada umumnya menggunakan DB9M PCB (male), alasan menggunakan Female adalah agar dapat dikoneksikan secara langsung dengan konverter RS232-USB menggunakan kabel konverter yang tersedia dipasaran, seperti gambar berikut.

Karena menggunakan DB9 Female jika anda menggunakan kabel serial sendiri maka perhatikan koneksi RX dan TX yang terhubung ke port COM komputer.

Awalnya saya juga salah memasang kabel serial yang saya buat sendiri.
Koneksi kabel antara lain RX, TX, dan GND, jika menggunakan DB9M PCB maka RX dan TX posisinya disilang sebaliknya untuk DB9F tidak disilang RX dan TX-nya.

Sebaiknya langsung coba saja dikomputer dengan program Hyperterminal, jika tidak ada tampilan coba di balik kabel RX dan TX-nya yang penting GND-nya sudah benar.

Power Supply
Modul Voltmeter Digital ini memiliki fungsi Stand Alone yang akan disupply menggunakan baterai 9 Volt DC sehingga agar baterai lebih tahan lama dan awet digunakan Power Supply dengan LM78L05. Regulator LM78L05 memiliki arus maksimum 100 mA sehingga saya paralel 2 buah dan keluaran arus bisa mencapai 200 mA.
Jika menggunakan LM78L05, memang arusnya mencapai 1,5 Ampere tetapi juga butuh konsumsi arus dan tegangan yang cukup besar dan baterai bisa lebih cepat habis.

Setelah menimbang memilih dan menyederhanakan berikut rangkaian sederhananya

Demikian, kurang lebih maap..
Semoga membantu... ;)

Senin, 08 Februari 2010

DVM : Introduction to My Voltmeter Digital

.
Time : Januari - Februari 2010.
Project : Digital Voltmeter.

Download Project Voltmeter Digital











Spesifikasi Voltmeter Digital :
  • Dimensi 11 x 8.5 x 3
  • Supply 9Vdc - 12Vdc (adaptor terpisah)
  • Mikrokontroller ATmega8535 Xtall 11.059200 MHz
  • ADC 10 bit frekuensi 86.400 KHz
  • Input 4 buah Push button NO (Normally Open)
  • Interface Serial 9600,8N1
  • USB interface dengan IC FT232RL
Fungsi dan fitur :
  • Mengukur Voltmeter secara Real Time.
  • Mengukur arus secara perhitungan.
  • Memiliki 3 Mode kerja Stand Alone, Komputer Interface, dan MCU Memory.
  • Mengirim data tegangan terukur ke komputer dan ditampikan pada grafik.
  • Mengukur secara Stand Alone dan memiliki mode AutoSave setiap 500mS, yaitu setiap 500mS (porgrammable) secara otomatis menyimpan data di EEPROM MCU hingga 256 data pengukuran tetapi bisa juga tanpa menggunakan AutoSave (optional).
  • Membaca Memory hasil pengukuran (offline) dan memberikannya ke komputer agar dapat ditampilkan berupa grafik, Excel, Teks, dsb.
  • Terdapat fungsi HELP setiap penggunaan alat sehingga mempermudah bagi pemula untuk menggunakan alat ini.
Masalah :
  • Tegangan yang terukur adalah tegangan AC dan sangat besar hingga 4kVolt = 4000 Volt.
  • Ketika probe pengukuran diambangkan, nilai tegangan terukur harus menunjukkan 0 Volt.
  • Sampling data cukup banyak (lebih dari 256 data) sehingga untuk menggunakan EEPROM internal ATmega8535 tidaklah cukup dan harus menggunakan tambahan EEPROM.
  • Komputer monitoring harus menyala terus menerus dan berkomunikasi dengan MCU.
Saya diminta bantuan untuk membuat Voltmeter digital yang dapat mengukur tegangan yang terkoneksi secara langsung dengan komputer dengan tampilan berupa grafik, gambar, dan data teks yang dapat diolah (pada Excel, word, maupun notepad). Tampilan yang diinginkan berupa karakter LCD 16x2 dengan input hanya berupa push button. User tidak menginginkan menggunakan keypad karena dapat memperbesar dan memperumit rangkaian (menurutnya tidak perlu dan saya setuju).

Rancangan saya siapkan RS232 converter dgn IC MAX232 untuk komunikasi secara serial port COM dan interface USB dengan IC FT232RL. Salah satu alasannya yaitu karena agar dapat digunakan pada Laptop maupun mada CPU biasa menggunakan port COM, dan alasan lain (alasan sebenarnya) yaitu karena saya ingin mencoba ICFT232RL untuk USB interface agar rancangan berikutnya saya akan membuat interface USB saja biar lebih sederhana msekipun IC-nya mahal Rp 50.000 dibanding MAX232 Rp 8000.

Tombol yang disediakan berupa 4 buah Push Button yang dapat membingungkan user, sehingga dibuat fungsi Help disetiap step-step yang akan menuntun user pada fungsi step tersebut dan fungsi Push Button pada step tersebut.

Ada 3 mode penggunaan alat yaitu Stand Alone, Komputer (master), dan Memory.
  • Stand Alone yaitu Voltmeter digital dapat mengukur secara langsung dan user dapat menyimpan hasil pengukuran di internal EEPROM MCU sebanyak 256 data pengukuran.
  • Komputer (master) yaitu MCU dapat mengukur tegangan secara langsung dan ketika ada perintah dari komputer maka MCU mengirim data ke komputer untuk diolah dan ditampilkan berupa grafik maupun teks. Waktu pengambilan data (Time Sampling) bisa ditentukan dari program komputer dengan range sampling dari 50 milisecond hingga 24 Jam.
  • Memory yaitu mode untuk membaca data dimemory internal MCU untuk diberikan ke komputer dan diproses lebih lanjut.
Nah itu dulu perkenalannya...
Selanjutnya akan saya coba bahas sedikit demi sedikit di post selanjutnya.

Topik yang Populer